Hari ini saya seharian di mall (sebenarnya sih beberapa hari yg lalu). Tidak usa pedulikan alasan utamanya, kita fokus ke suatu sudut mall yg bertimbunan buku2 mahal itu, yg di pintu depannya bertuliskan gede2 “Gramedia”.
Apakah gerangan hubungannya dengan blog ini? Biar ada hubungan kita liat2 bagian alat2 tulisnya. Sesuai petuah dari valkyrie Ani, untuk bagian gelap dari gambar sebaiknya digunakan pensil 3B yg lebih item. Ya uda, mission objectivenya adalah pensil 3B. Suer, susah ketemunya. Bolak balik semua tempat pensil yg ada, ketemunya malah yg aneh2, ada yg H
ada yg F, bla bla bla, akhirnya malah ketemu yg 9B.
Kalau diliat2 dari petunjuk yg ada di sana, ukuran H lebih tipis dp B, dan makin besar angka B-nya makin hitam tinta, eh, isi pensilnya. Jadi berdasarkan petunjuk itu saya coba cari 8B, malah ketemu yg 9B, so be it. Dan setelah melanjutkan pencarian (siap tau ketemu barang2 lain yg mendukung proses menggambar), malah ketemu pengapus aneh bin ajaib yg belum pernah kuliat sebelumnya. Gambar keduanya seperti ini..

Katanya sih pengapus dengan genggaman terbaik. Bagiku terlihat seperti batu pipih yg biasa kulempar sampai memantul2 di permukaan kolam sekolah (dulu). Tapi ya apa salahnya mencoba. Ah, pensilnya juga aneh, kok pakai motif sapi segala… semoga tidak bersuara seperti sapi.
Saya masih sempat keliling2 di gramed, pengennya cari kertas khusus buat gambar. Ketemu sih, tapi gila ah, masa 50 ribuan untuk satu buku. Berdasarkan prinsip ekonomi hasil pengalamanku, gambarku yg sampai saat ini belum menghasilkan devisa itu tidak perlu lah dikasi bahan baku yg melebihi budget negara itu. Istilah ilmiahnya “lain kali ajha”…
Tapi kalau dipikir2 lagi, 50 ribu ga ada apa2nya, bila dibandingkan ama lukisan karya Leonardo davinci…. eh, bukan kejauhan bandinginnya. Dibandingin ama yg ini maksudnya:

Sebuah kotak pensil yg kutemukan tidak jauh dari kertas gambar tadi berada. Istimewanya? Coba perhatikan lebel harga yg secara tidak sengaja keblur itu, kira2 aja berapa harganya, lihat baik2 berapa angka yg ada di sana
Sungguh beruntung sekali gambarku tidak berwarna semua…
Paragraf tambahan, mau carita dikit soal fenomena biologi yg kutemukan di hypermart.

Sungguh edukatif, mengajarkan tt keseimbangan ekosistem kepada anak2 usia dini. Pelajarannya, jangan biarkan singa mati kekenyangan, masukkan juga harimau supaya ia bisa bantu menghabiskan zebranya. Suer, itu posisinya bukan aku yg ngatur~
Next:Matsu Takako (buat yg ga sabaran bisa liat langsung di devianartku)
S.H
waih? masak sih nyari 3B susah???
biasanya di Gramed tersedia segala jenis pensil..
wkkwkwk itu gambar paling bawah harusnya berjudul “keharmonisan”
By: anima on September 25, 2009
at 9:03 pm
Nyahahaha, bener2 harmonis. Sekarang kalo kucek lagi ternyata masih ada di tempatnya… ga ada yg tega mengganggu mereka bertiga ternyata
By: himurashin on November 13, 2009
at 10:36 am